I Will – The Beatles
August 27, 2008 at 12:08 pm | In Songs | Leave a CommentTags: I Will, Lagu, Lirik, The Beatle
Karena status message di YM seorang teman, saya jadi teringat sama lagu ini. Satu lagu yang termasuk “best songs” menurut saya. So pure, so simple, but very deep and touch the heart. I always melt when listening to this song. Beside the song itself, the band is one of my favourite band. A greatest band ever. Semua lagu-lagunya enak didenger..Long life The Beatles!
So..here is the song..
Who Knows How Long I’ve Loved You
You Know I Love You Still
Will I Wait A Lonely Lifetime
If You Want Me To–i Will.
For If I Ever Saw You
I Didn’t Catch Your Name
But It Never Really Mattered
I Will Always Feel The Same.
Love You Forever And Forever
Love You With All My Heart
Love You Whenever We’re Together
Love You When We’re Apart.
And When At Last I Find You
Your Song Will Fill The Air
Sing It Loud So I Can Hear You
Make It Easy To Be Near You
For The Things You Do Endear You To Me
You Know I Will
I Will.
Watchout of ur bag!!!
August 27, 2008 at 11:47 am | In Law and its around, Sociocultural | Leave a CommentTags: Copet, Kejahatan, Kriminal
Yeah..all you people, please be aware of your bag! Especially when you in public transportation; bus and angkot are the most. Pickpockets are everywhere!
Dough..pagi ini dalam perjalanan gw ke kantor, gw ngeliat dengan mata kepala gw sendiri, para keparat itu beraksi. Padahal bis yang gw tumpangi lumayan sepi. Argh! Pengen marah gw ngeliatnya.
Jadi, begini ceritanya.. Gw kan duduk di barisan kanan luar, deretan belakang. Lalu di kursi di depan gw, dua dua orang cowo, masing-masing bawa tas ransel yang ditaro di depan badan. Salah satunya pake kemeja kuning. Ada juga dua orang ibu, yang duduk di barisan kiri, deket pintu. Sekitar beberapa meter menuju Stasiun KA Palmerah, salah satu dari ibu-ibu itu, yang duduk di sisi dalam, menerima telepon. Lumayan lama lah dia ngomong pake hapenya. Setelah selesai nelfon, hapenya ditaro lagi di tas. Sampailah di Stasiun, si ibu ini bersiap-siap turun, berdiri deh dia di depan pintu, sambil nunggu bisnya berhenti. Si bapak baju kuning, juga ikutan berdiri pas si ibu berdiri. Tampak oleh gw, kalo si bapak ini sedikit mendorong-dorong si ibu. Agak aneh, karena situasi ga berdesakan. Lalu, entah si ibu sadar atau engga, dia memindahkan posisi tasnya. Dari semula di samping badan, dipindahkan ke depan badan. Setelah itu dia langsung turun. Nah..yang aneh lagi buat gw, si bapak ini ga jadi turun aja dunk.. Dia malah duduk lagi di belakan bangku yang tadinya didudukin si ibu. Dia duduk lagi tepat setelah si ibu turun. Wajarnya kan, klo emang dia niat beneran untuk turun, dia ga duduk lagi. Atau, kalaupun emang dia ternyata salah liat tempat turun, dia akan pilih untuk duduk lagi di dekat pintu.
Cerita ga selesai sampai di sini. Ga lama, di Stasiun banyak orang yang naek, bis jadi mulai agak ramai. Si bapak lalu berdiri dan pindah tepat di belakang gw, dia berdiri karena di situ ga ada bangku. Selain dia, ada juga beberapa orang yang berdiri. Yang gw inget, di samping gw ada 3 orang cewe dengan kostum kerja. Posisi berdiri bapak ini agak mengesalkan buat gw dan juga mbak2 yang duduk di samping gw. Karena tasnya yang ditaro di depan badan, mendesak-desak kepala kami. Kemudian, ada suatu moment, di mana tas si bapak bener-bener dengan resenya mendorong kepala gw. Lalu dengan spontan, gw mo nengok dia. Gw nengok ke arah kanan, di mana di situ ada salah satu mbak-mbak berkostum kerja itu. Dan..gw menjadi sangat terkejut..karena gw ngeliat dengan jelas si bapak itu akan mencoba membuka/merogoh tas si mbak. Lalu, entah karena si bapak sadar gw liatin ato gimana, dia mengurungkan niatnya. Sepanjang sisa perjalanan, gw jadi ga tenang, akhirnya gw nengokke arah si mbak terus. agak was-was juga siy, takut sama si bapak.
Well, finally gw harus turun. tapi gw khawatir niy bapak masi nekad mengincar si mbak. setelah berpikir sesaat, gw colek si mbak, dengan maksud nyuruh dia duduk di tempat gw, dan gw sendiri memilih keluar dari depan. Kalo gw keluar dari belakang, sama aja gw menyerahkan diri jadi mangsa tu bapak. ga rela de gw! tapi, si mbak itu malah nyuruh temennya duduk, gw pun jadi bingung. Akhirnya, gw bilang aja ke temannya si mbak yang disuru duduk itu, “ati-ati temennya.” Yah..gw ga tau dia paham maksud gw ato ga. But at least, i tried.
Tapi yang rada kepikiran sama gw adalah, waktu gw turun & si mbak nyuruh temennya duduk, kan di sekitar situ jadi rada “rusuh”. gw takut aja itu malah ngebuka kesempatan ke si keparat itu. gimana ya?! kan kasian si mbak klo kejadian. Dough..gw harap dia selamat.
Gw pun turun dengan gelisah. Gw takut aja si keparat menyadari aksi sok heroik gw, trus ngikutin gw. padahal kan gw masi harus pindah bis, yang keadaannya selalu sepi. gw takut klo tiba-tiba dia yang dendam sama gw dan menjadikan gw korban berikutnya.
Alhamdulilah itu ga terjadi, tapi cukup sukses membuat jantung gw berdebar-debar dan lutut gw lemes, selama beberapa saat, bahkan sampai di kantor.
pengalaman pertama gw niy ngeliat keparat beraksi di depan gw. sekedar share aja biar yang laen ga ikutan jadi korban. laen waktu, gw share pengalaman gw dari mulai nyaris jadi korban, sampe jadi korban beneran. tapi sayangnya, saat itu gw ga menyadari aksi si keparat.
(Everything I Do) I Do It For You – Bryan Adams
August 26, 2008 at 11:44 am | In Songs | Leave a CommentTags: love, lyric, Songs
Look into my eyes.. you will see
What you mean to me
Search your heart.. search your soul
And when you find me there, you’ll search no more
Don’t tell me it’s not worth tryin’ for,
You can’t tell me it’s not worth dyin’ for.. You know it’s true
Everything I do, I do it for you
Look into my heart.. you will find
There’s nothin’ there to hide.
Take me as I am.. take my life
I would give it all I would sacrifice
Don’t tell me it’s not worth fightin’ for.. I can’t help it there’s nothin’ I want more.. Ya know it’s true
Everything I do, I do it for you
There’s no love, like your love
And no other, could give more love
There’s nowhere, unless you’re there
All the time.. all the way
Don’t tell me it’s not worth tryin’ for.. I can’t help it there’s nothin’ I want more
I would fight for you.. I’d lie for you.. Walk the wire for you. Ya I’d die for you
Ya know it’s true.. Everything I do.. I do it for you
Grow Old With You – Adam Sandler
August 26, 2008 at 10:12 am | In Songs | 4 CommentsTags: love, lyric, song
I wanna make you smile, Whenever you’re sad;
Carry you around when your arthritis is bad.
All I wanna do.. Is grow old with you.
I’ll get your medicine, When your tummy aches;
Build you a fire if the furnace breaks.
Oh, it could be so nice.. Growin’ old with you.
I’ll miss you, kiss you,
Give you my coat when you are cold,
Need you, feed you,
Even let you hold the remote control.
So let me do the dishes in our kitchen sink; Put you to bed when you’ve had too much to drink.
Oh, I could be the man.. Who grows old with you… wanna grow old with you.
*taken from “The Wedding Singer”*
*one of my favourite songs. keren!! apalagi buat jadi wedding song. dough..*
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
